3. Makan Makanan yang Pedas Dapat Menyembuhkan Sariawan? Benarkah?

Sariawan sebenarnya bukan penyakit yang perlu ditakuti secara berlebihan karena hanya merupakan sebuah sakit kecil yang biasanya dirasakan di sekitar rongga mulut manusia. Namun,bukan berarti penyakit ini bisa disepelekan.  Nah bagaimana cara efektif menyembuhkannya?
 Sariawan (stomatitis apthosa) adalah radang yang terjadi di daerah mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan yang agak cekung. Jumlahnya bisa satu atau lebih. Yang diserang sariawan biasanya daerah mukosa pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi serta langit-langit dalam rongga mulut. Sariawan adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada mulut dan saluran kerongkongan.
Perih,membuat tidak nyaman,dan mengganggu makan. Begitulah derita yang dialami bila seseorang menderita sariawan. Meski begitu,masih saja banyak orang yang meremehkan gangguan di mulut ini.
Menurut Dosen Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat Sumber Daya dan Keluarga, Institut Pertanian Bogor (IPB),Prof Dr Ir Ali Khomsan MS,sariawan terjadi akibat kekurangan vitamin C.“Sariawan terjadi akibat seseorang kurang memedulikan kecukupan vitamin C dan vitamin B12.
Kebutuhan vitamin tersebut bisa didapat dari rutinitas mengonsumsi sayur dan buah yang tentunya mengandung vitamin C seperti pepaya,jeruk,dan mangga,” papar pria anggota Asosiasi Ahli Gizi, Nutrisi dan Makanan Masyarakat.
Sariawan juga identik dengan mitos yang menyebutkan bahwa makanan dengan rasa pedas akan mampu menyembuhkan sariawan.Hal ini juga diamini oleh pakar gizi tersebut.Menurut dia, mengonsumsi makanan yang pedas dapat membantu penyembuhan sariawan.
“Sebenarnya bukan rasa pedas yang dapat membantu proses penyembuhan, namun sayur dengan rasa pedas memang memiliki kadar vitamin C dan vitamin B12 yang tinggi.Hal inilah yang mampu mendukung proses penyembuhan sariawan.”
Cara mencegah penyakit sariawan yang paling mudah adalah dengan mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan mulut. Seperti yang dikatakan Ali Khomsan,beliau juga menambahkan bahwa mengonsumsi vitamin C dan vitamin B12 juga harus didampingi dengan jenis makanan yang mampu mencukupi nilai empat sehat lima sempurna.
“Vitamin C serta vitamin B12,tentunya tak bisa bekerja sendiri untuk menghalau serangan sariawan.Vitamin C atau asam askorbat dan vitamin B12 atau cobalamin,harus juga didampingi dengan ragam makanan empat sehat lima sempurna,” ujarnya menambahkan.
Namun untuk kalangan yang memiliki mobilitas tinggi,tentu sulit mencuri-curi waktu agar bisa menikmati buah-buahan serta sayuran.Mereka yang berkegiatan padat ini cenderung kurang memperhatikan asupan vitamin C untuk menghalau sariawan yang mungkin saja bisa datang.
“Saya menyarankan agar orang-orang dengan mobilitas tinggi ini mulai mengonsumsi asupan vitamin C dalam bentuk suplemen.Hal ini dapat membantu mencegah atau bahkan mengurangi risiko terkena sariawan bagi mereka yang tak memiliki banyak waktu untuk menikmati vitamin C dan sayur-mayur dalam jumlah yang cukup,” tutupnya memberi saran.
Berbagai mitos masih saja hidup berdampingan di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia.Hingga kini kebanyakan dari mereka masih menghidupkan mitos-mitos tertentu,mulai dari mitos yang benar adanya hingga yang hanya sekadar menjadi legenda yang tak terbukti kebenarannya.
Mitos ini juga ternyata mampir pada penyakit sariawan atau stomatitis aftosa rekuren (SAR).Kebanyakan dari kita sering menganggap rasa pedas bisa menyembuhkan sariawan yang dialami seseorang.Ternyata hal ini mendapatkan tanggapan dari pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ali Khomsan MS.
Menurut dia,memang benar jika ada yang mengatakan bahwa makanan pedas mampu menyembuhkan sariawan.“Makanan pedas umumnya memiliki vitamin C yang memang sangat bagus untuk menghindari,bahkan mengobati seseorang yang sedang mengalami sariawan,” tuturnya menjelaskan.
Terapi pedas bagi si penderita penyakit yang sering menyerang bagian rongga mulut ini tentu bukan hal yang mudah.Karena mereka harus menahan rasa perih saat mengonsumsi makanan pedas demi mendapatkan khasiat dari sayuran dengan rasa pedas.

Contohnya saja, cabai. Sayur yang satu ini mengandung kadar betakaroten atau provitamin A serta vitamin C yang cukup tinggi.Menurut penelitian,ternyata kadar tinggi tersebut mengalahkan kadar vitamin yang ditemukan pada ikan segar.

sumber : keluargasehat.wordpress.com/seputar-indonesia.com

About these ads
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: